GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh Lintah

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh Lintah

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh Lintah Tim SAR gabungan menemukan seorang remaja la…

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh Lintah

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh Lintah

Tim SAR gabungan menemukan seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun di tengah hutan di Grumbul Gununganyar,

Miris! Pamit Mencari Burung, Siapa Sangka Remaja ini Ditemukan Kurus Kelaparan Penuh LintahTagana BanyumasTim SAR gabungan dari Tagana, TNI, Polri, dan Rapi mengevakuasi Falik alias Alik dari tengah hutan Pekuncen di Grumbul Gununganyar, Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim SAR gabungan menemukan seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun di tengah hutan di Grumbul Gununganyar, Desa Krajan, Kecamat an Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah.

Remaja itu diketahui bernama Falik alias Alik.

Saat ditemukan, kondisinya terlihat kurus kelaparan dan sekujur badannya dipenuhi lintah hutan.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Ady Candra, Jumat (3/11/2017), mengatakan, remaja malang ini pertama kali ditemukan oleh Dasno dan Sakri, warga desa setempat.

Keduanya menemukan Falik di dekat Sungai Kalibacin, sekitar 3 jam perjalanan dari permukiman, pada Kamis (2/11/2017).

“Falik memang terlihat dalam kondisi kurus kelaparan waktu pertama kali ditemukan warga. Dia juga sempat meminta makanan kepada Pak Dasno, tapi ketika dibujuk untuk turun tetap tidak mau,” kata Ady Candra ketika dihubungi.

Informasi penemuan seorang anak di tengah hutan Pekuncen dengan cepat menyebar dan sampai kepada Tagana.

Bersama unsur TNI, Polri, dan Rapi, Ady berinisiatif untuk membentuk tim SAR gabungan untuk mengevakuasi anak tersebut pada Jumat pagi sekitar pukul 10.15 WIB.

“Perjalanan menuju lokasi sangat jauh, sekitar 4 jam. Tepat pukul 14.00 WIB, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi lemas dan sekujur tubuhnya dipenuhi pacet (lintah hutan),” ujarnya.

Korban sempat menolak untuk diajak turun saat Tim SAR sampai di lokasi.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Siti Nurjanah Sumber: TribunStyle.com Ikuti kami di Ular Piton Raksasa Kesulitan Bergerak di Dekat Kandang Sapi, saat Didekati Ternyata ... Sumber: Tribun Manado

Tidak ada komentar