GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pinkan Apresiasi Antusiasme Masyarakat Sulut Lestarikan Kolintang

Pinkan Apresiasi Antusiasme Masyarakat Sulut Lestarikan Kolintang

Pinkan Apresiasi Antusiasme Masyarakat Sulut Lestarikan Kolintang Ketua Dewan Pembina Pinkan, Lis Purnomo (tengah) didampingi Komisar…

Pinkan Apresiasi Antusiasme Masyarakat Sulut Lestarikan Kolintang

Pinkan Apresiasi Antusiasme Masyarakat Sulut Lestarikan Kolintang

Ketua Dewan Pembina Pinkan, Lis Purnomo (tengah) didampingi Komisaris Bank BRI, Jeffry Wurangian dan Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan membuka "BRI Kolintang Cup" di Manado, Rabu 13 Desember 2017. (SP/Feybe Lumanauw)

Oleh: Margaretha Feybe L / AB | Kamis, 14 Desember 2017 | 13:17 WIB

Manado - Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia Lis Purnomo mengapresiasi antusiasme masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk melestarikan musik kolintang.

“Saya terharu dan bangga menyaksikan penampilan yang luar biasa dari para peserta grup kolintang anak-anak dan remaja,” kata Lis Purnomo pada pembukaan "BRI Kolintang C up" yang dilaksanakan oleh Bank BRI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut di Manado Town Square (Mantos) 3 Manado, Rabu (13/12). Kejuaraan ini memperebutkan hadiah Rp 99,5 juta.

Hadir dalam acara ini Komisaris Bank BRI Jeffry Wurangian, Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan, dan ratusan peserta kejuaraan dari 43 grup kolintang di Sulut.

Dikatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bentuk kepedulian kalangan wartawan untuk mengajarkan kepada generasi muda cara merawat dan menjaga kelestarian alat musik tradisional kolintang kayu agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi saat ini.

“Saya berasal dari Jawa Tengah, tetapi saya sangat mencintai alat musik Kolintang kayu. Mendengarkan irama musik kolintang, saya langsung terbayang daerah nyiur melambai Sulawesi Utara dengan Taman Laut Bunaken,” kata Lis.

Pada kesempatan itu, Lis juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung perjuangan Pinkan Indonesia dan Pemerintah Republik Indones ia memperjuangkan alat musik kolintang sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO.

"Indonesia masih harus berjuang untuk menyiapkan film dokumenter, pusat kajian di perguruan tinggi, dan monumen kolintang. Kami berharap agar alat musik kolintang dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Bank BRI Jeffry Wurangian mengatakan musik kolintang mencerminkan harmonisasi dan keutuhan penampilan, sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik di antara para pemain musik kolintang.

“Dalam musik kolintang tergambar filosofi penting bagaimana keutuhan dan keterpaduan dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Musik kolintang harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan nilai jual dari musik tradisional ini,” kata Jeffry.


Sumber: Suara Pembaruan ARTIKEL TERKAIT
  • 1 Bahaya Difteri 2 Hari Antikorupsi 3 Kontroversi Yerusalem 4 Tarif Tol Naik 5 Krisis di Yaman
    • Kamis, Sidang Perdana Gugatan terhadap Anies Baswedan
    • Novanto Diam Saat Ditanya, Sidang Diskors
    • Jika Tak Kooperatif, Novanto Terancam Dihukum Maksimal
    • Airlangga Hartarto Ketum Baru Golkar
    • Jaksa Sebut Novanto Berupaya Redam Ganjar
    • Hakim Gugurkan Praperadilan Novanto
    • Sidang Perdana Digelar, Novanto Pasrah Praperadilan Gugur
    • Ini Daftar 10 Penelusuran Terpopuler di Google Selama 2017
    • Novanto Diyakini Batal Bebas di Praperadilan
    • Polri Tindaklanjuti Dugaan Persekusi terhadap Abdul Somad
Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Tidak ada komentar