www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menuju Indonesia Emas, Kepala BPSDMP Promosikan Diklat Vokasi

Posted by On 06.36

Menuju Indonesia Emas, Kepala BPSDMP Promosikan Diklat Vokasi

Liputan6.com, Manado Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melakukan Sosialisasi Prospek Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Bidang Transportasi pada Kamis (7/12) di Manado, Sulawesi Utara.

Sosialisasi yang diikuti oleh para Kepala SMA/SMK beserta siswa ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Propinsi Sulawesi Utara, Asiano Gemmy Kawatu. Dalam sambutannya, Asiano menyampaikan bahwa Pemerintah Sulawesi Utara sangat mendukung kegiatan serupa untuk membuka wawasan masyarakat tentang dunia pendidikan tinggi.

  • Optimalkan Wonderful Indonesia, Kemenpar Luncurkan Layanan Pengaduan Pariwisata
  • HUT ke-23 Indosiar, YPAPK Salurkan Bantuan ke Perbatasan
  • Rayakan 60 Tahun Diplomatik, RI - Laos Jalin 3 Kerja Sama Strategis

"Gubernur kami sangat mendukung kegiatan seperti ini untuk membuka wawasan para siswa, bahwa ad a pendidikan vokasi di berbagai kementerian," ujar Asiano.

Asiano mengharapkan melalui sosialisasi ini, para guru dan siswa dapat menggali informasi untuk bekerja di bidang transportasi.

"Saya harap Bapak, Ibu, dan Adik-adik mampu menggali informasi tentang pendidikan vokasi ini, baik untuk aparatur sipil atau pun lainnya," tambah Asiano.

Kepala BPSDMP, Djoko Sasono, yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa banyak pilihan program studi di lembaga diklat yang ada di lingkungan lembaga yang dia pimpin.

"Di Kementerian Perhubungan, khususnya BPSDMP ada 27 sekolah dengan banyak program studi yang terdiri dari Diploma dan Non Diploma, Diploma itu ada di Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik, sedangkan Non Diploma berada di balai-balai diklat," ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya untuk menarik minat siswa menjadi profesional di bidang transportasi melalui sekola h-sekolah milik Kementerian Perhubungan untuk dapat mendukung Indonesia Emas di tahun 2045 dimana Indonesia mencapai puncak kejayaan ekonomi.

“Menuju Indonesia Emas kami membutuhkan calon-calon profesional bidang transportasi, ini adalah salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan agar kita dapat sama-sama berjuang membangun bangsa dan negara ini pada masa keemasan nantinya,” ucap Djoko.

Sekolah transportasi di bawah Kementerian Perhubungan memiliki dua program pendidikan yaitu Diploma dan Non Diploma, keduanya memiliki prospek yang sama dalam dunia kerja.

“Non diploma mereka dididik untuk memiliki kompetensi, pendidikan mereka memilki jangka waktu yang lebih singkat dari sekolah diploma, tetapi setelah mereka lulus, dilantik dengan kompetensi bisa bekerja di kapal niaga nasional ataupun internasional,” ungkap Djoko

Perbedaan dengan program diploma adalah selain mendapatkan Sertifikat kompetensi, juga memiliki sertifikat Diploma. “Sedangka n untuk diploma seperti D3 setelah 3 tahun mereka dinyatakan lulus dia akan memiliki sertifikat kelulusan dan sertifikat kompetensi untuk bekerja,” ungkap Djoko.

Lulusan sekolah transportasi, lanjut Djoko juga memiliki kesempatan besar untuk menjadi ASN di Dinas Perhubungan daerah.

”Menteri PAN dan RB sudah menyatakan bahwa sekolah kementerian perhubungan sebagian besar diterima dalam ASN, bersama-sama dengan IPDN maupun STAN, karena kebutuhan-kebutuhan yang sangat besar yang mana sebagai contoh di sini ada beberapa kabupaten/kota yang ada dinas-dinas Perhubungan yang perlu diisi oleh profesional dari diklat transportasi," tambah Djoko.

Dalam kesempatan ini,Kepala Balai Diklat Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran (BDP) Minahasa Selatan, Capt Wisnu Risianto turut memperkenalkan salah satu sekolah transportasi yang berada di Supawesi Utara.

“Sekolah di Minahasa Selatan adalah salah satu lembaga pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan yang t erbaru,” ungkap Wisnu.

Wisnu menambahkan saat ini pihaknya sedang berusaha mengembangkan Sekolah yang dipimpinnya dari status Balai menjadi Politeknik untuk mendukung kebutuhan SDM pelaut di Sulawesi Utara.

“Saat ini kami baru melakukan pendidikan vokasi non diploma, namun sesuai dengan arahan pak kepala BPSDM, 1-2 tahun ke depan kami akan merubah menjadi politeknik dan mungkin akan mengembangkan beberapa program studi sesuai dengan kebutuhan pasar di sulawesi utara,” tambah Wisnu.

Selain itu, Djoko menyampaikan bahwa BDP Minahasa Selatan juga akan mendapatkan kapal latih dengan spesifikasi 1200GT dan panjang 65 meter yang akan bersandar di Amurang.

“Tahun ini sekolah kami di minahasa selatan memiliki kapal latih baru, dengan tipe 1200 gross ton panjangnya 65 meter, kapal ini diberi nama salah satu pahlawan nasional yang berasal dari sulawesi utara Laksamana John Lie,” Ucap Djoko.

Nantinya, ketika kapal telah siap, Djoko mengajak par a kepala sekolah dan siswa untuk dapat melihat dan menaiki kapal tersebut.

“Saat ini kapal tersebut masih berada di galangan kapal di Pontianak, nanti begitu kapalnya sudah ada bulan januari di amurang saya mengundang adik-adik untuk bisa melihat dan bertanya pada Capt Wisnu tentang seluk beluk pelayaran,” ujar Djoko.

Selain pendidikan tinggi di bidang transportasi, BPSDM Perhubungan melalui sekolah-sekolah transportasi juga membuka kesempatan pendidikan dan pelatihan gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang tersebar di 27 sekolah.

Tahun 2017 ini BPSDM Perhubungan membuka kesempatan bagi 48.335 orang yang telah diikuti oleh 52.427 orang, dan pada tahun 2018 BPSDM Perhubungan menambah kuota DPM menjadi 100.000 orang.

(*)

Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »