www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Prakiraan Hilal 18 Desember 2017, Penentuan Bulan Rabiul Akhir ...

Posted by On 22.39

Prakiraan Hilal 18 Desember 2017, Penentuan Bulan Rabiul Akhir ...

Prakiraan Hilal 18 Desember 2017, Penentuan Bulan Rabiul Akhir 1439

informasi Hilal saat Matahari terbenam, Senin dan Selasa, tanggal 18 dan 19 Desember 2017 M sebagai Penentu awal Bulan Rabi'ul Akhir 1439 H

Prakiraan Hilal 18 Desember 2017, Penentuan Bulan Rabiul Akhir 1439BMKGPenentuan Awal Bulan Rabiul Akhir 1439

TRIBUNJOGJA.COM - Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi dengan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.

Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijri ah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah salah satu tupoksinya adalah memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Untuk itu, BMKG menyampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Senin dan Selasa, tanggal 18 dan 19 Desember 2017 M sebagai Penentu awal Bulan Rabi'ul Akhir 1439 H.

Disebutkan dalam laporan BMKG didapatkan kesimpulan 1. Konjungsi atau ijtima’ akan kembali terjadi pada hari Senin, 18 Desember 2017 M, pukul 06 : 30 UT atau pukul 13 : 30 WIB atau pukul 14 : 30 WITA atau pukul 15 : 30 WIT.

Pada tanggal tersebut, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17 : 42 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18 : 31 WIB di Sinabang, Aceh.

Dengan memerhatikan waktu konjun gsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 18 Desember 2017 di wilayah Indonesia.

Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Rabi’ul Akhir 1439 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya, proses rukyatnya dilaksanakan setelah Matahari terbenam tanggal 18 Desember 2017. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Rabi’ul Akhir H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 18 Desember 2017 tersebut.

Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Desember 2017 berkisar antara -0,57o di Merauke, Papua sampai dengan 1,35o di Sabang, Aceh. Tinggi Hilal yang bernilai negatif ini menunjukkan Bulan sudah berada di bawah horizon pada saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia. Saat Matahari terbenam pada 19 Desember 2017, ketinggian Hilal di Indonesia berkisar antara 9,65o di Merauke, Papua sampai dengan 11,67o di Sabang, Aceh.

Hal ini berarti untuk kota-kota lainnya di Indonesia, Hilal juga masih berada di atas horizon pada saat Matahari terbenam, dengan tinggi di antara kedua nilai tersebut.

Elongasi saat Matahari terbenam tanggal 18 Desember 2017 di Indonesia berkisar antara 3,74o di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 4,03o di Parigi, Jawa Barat. Adapun elongasi saat Matahari terbenam tanggal 19 Desember 2017 di Indonesia berkisar antara 11,34o di Jayapura, Papua sampai dengan 12,52o di Sinabang, Aceh.

Laporan selengkapnya KLIK DISINI. (*)

Penulis: iwe Editor: iwe Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Inilah 5 Fakta Mutilasi SPG Cantik di Karawang, Korban Dibunuh karena Terus-terusan Minta Mobil Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »