www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Di Sulawesi Utara Lebih Banyak Pecandu 'Obat Batuk'

Posted by On 00.44

Di Sulawesi Utara Lebih Banyak Pecandu 'Obat Batuk'

Di Sulawesi Utara Lebih Banyak Pecandu ‘Obat Batuk’

Penggunaan terbanyak justru jenis zat non narkoba seperti obat batuk dan obat-obatan yang dicampur dengan cap tikus.

Di Sulawesi Utara Lebih Banyak Pecandu ‘Obat Batuk’tribunmanado/andreas ruawBarang bukti lem, obat batuk yang digunakan untuk mabuk

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Narkotika dibagi menjadi dua yakni narkoba dan non narkoba. Di Sulawesi Utara (Sulut) pengguna zat non narkoba cukup memprihatinkan. Menurut Brigjen Charles Ngili, Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNPP) Sulut, dampaknya justru lebih buruk.

"Lebih buruk dibanding dari dampak penggunaan narkoba itu sendiri," kata Brigjen Ngili, K amis (22/3/2018) lalu.

Pada 2015-2016, Sulut masuk dalam peringkat 15 di seluruh provinsi Indonesia yang masuk dalam kategori rawan narkoba.

Penggunaan terbanyak justru jenis zat non narkoba seperti obat batuk dan obat-obatan yang dicampur dengan cap tikus.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Ricko Mauruh mengatakan bahwa dalam 2 tahun terakhir, ada kurang lebih 1.000 ton sabu yang masuk ke Indonesia. Dan yang sudah diungkap baru sekitar 10-15 ton shabu.

Ini berarti masih banyak peredaran sabu yang belum diungkap "Sabu yang belum diungkap masih belum diketahui keberadaanya itu masih berupa bahan setengah jadi, dan bahan yang membuatnya menjadi barang jadi itu berada di Indonesia," kata dia.
Jalur penyelundupan narkoba ke Indonesia yang paling banyak adalah jalur laut. Kebanyakan dari Makasar dan Jakarta.

Untuk Pulau Sulawesi sendiri sering terjadi kebobolan masuknya peredaran narkoba di Perbatasan Bolmong yaitu peredaran dari Palu dan Makasar.

Bahkan, peredaran narkoba di Palu bukan hanya tersedia paket hemat melainkan sudah tersedia paket anak-anak dimana dapat dipadatkan hanya dengan Rp 20.000 untuk 3 hingga 4 kali hisap.

Ricko juga menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 70 jenis narkoba baru yang masuk ke Indonesia. Beberapa di antaranya adalah tembakau gorilla, flakka, CC4, zolpidem/ sleepy walking pill, fentanyl sabu yang memiliki efek 50 kali lebih dahsyat dari heroin, biasanya untuk obat bius badak, jerapah, dan gajah.

Kemudian PCC, canabinoit dan masih banyak lagi jenis lainnya.

Untuk wilayah Sulawesi Utara, kasus yang banyak terjadi di masyarakat adalah fenomena komiks. Di mana komiks dikonsumsi dalam jumlah yang luar biasa (30 Sachet) sekali tenggak.

Kasus ini banyak ditemukan dilakukan oleh anak-anak yang notabene masih sekolah dan belum mempunyai penghasilan.

Jadi mereka mengkonsumsi komiks dalam jumlah yang tidak wajar agar mendapatkan efek sepert i mengkonsumsi narkoba. (*)

Penulis: Ryo_Noor Editor: Charles_Komaling Ikuti kami di Dituduh Berzina, Seorang Wanita Dicambuk 100 Kali oleh Suami dan Dilecehkan Puluhan Orang Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »