www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jusuf Kalla: Tak Ada Agama yang Inginkan Perpecahan

Posted by On 17.20

Jusuf Kalla: Tak Ada Agama yang Inginkan Perpecahan

Margaretha Feybe L / AB Senin, 19 Maret 2018 | 12:26 WIB

Manado - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-79 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Grand Kawanua Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Senin (19/3). SMS adalah persidangan empat tahunan GMIM, gereja terbesar di Sulawesi Utara yang dihadiri 2.300 utusan gereja.

Pembukaan SMS ke-79 GMIM ditandai dengan penekanan tombol lonceng gereja oleh Wapres Jusuf Kalla. Wapres, didampingi antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pendeta Henriette Lebang, dan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, pendeta Henny Sumakul.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyatakan agama pada dasarnya berbicara tentang kedamaian dan tidak ada s atu pun agama yang menginginkan perpecahan.

"Saya sangat menghargai kehidupan rukun dan damai di Sulawesi Utara. Pada saat konflik di sekitar daerah ini, Sulut tetap damai. Pola hidup yang telah berjalan di Sulut tidak lepas dari peran serta GMIM," katanya.

Wapres mengaku terhormat hadir dalam persidangan GMIM. Kehadirannya sekaligus membuktikan Indonesia adalah negara dengan penduduk yang beragam, di antaranya agama dan budaya.

"Ini adalah kekuatan. Kita menjadi besar karena perbedaan. Kita meyakini kebenaran masing-masing agama," tegas Jusuf Kalla.

Berkaitan dengan pemilihan pengurus gereja, Jusuf Kalla menyatakan demokrasi dapat berjalan dengan baik selama dilaksanakan dengan baik dan jujur.

Wapres Jusuf Kalla berharap gereja bukan hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. Gereja dan lembaga keagamaan lainnya semestinya berkomitmen untuk memajukan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutn ya, kemajuan Provinsi Sulut tidak lepas dari partisipasi gereja. "Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pendeta di Sulawesi Utara dan di Indonesia atas partisipasinya bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang menjadi ketua panitia pelaksana SMS ke-79 GMIM mengatakan masyarakat Sulut majemuk dan saling menghargai satu dengan yang lain. Masyarakat Sulut adalah masyarakat yang paling toleran.

"Berbagai pencapaian positif ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan masyarat Sulut, termasuk warga GMIM," katanya.


Sumber: Suara Pembaruan Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »