www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Makarel Kaleng Berparasit? Olah Sendiri Ikan untuk Bekal "Traveling"

Posted by On 18.58

Makarel Kaleng Berparasit? Olah Sendiri Ikan untuk Bekal "Traveling"

abon ikanThinkstock abon ikan

KOMPAS.com - Ikan dalam kaleng merupakan bekal praktis saat melakukan "traveling". Misalnya jadi bahan untuk dimasak saat naik gunung. Ikan kaleng juga dengan mudah diolah di tempat penginapan yang menyediakan dapur ataupun di hostel, sehingga bisa menghemat uang makan.

Namun dengan maraknya berita mengenai makarel kaleng terinfeksi cacing parasit, konsumen pun menjadi ragu untuk mengonsumsi ikan kaleng. Bagaimana jika Anda membuat sendiri olahan ikan yang awet untuk dijadikan bekal "traveling"?

Nama "makarel" sendiri seringnya merujuk pada beberapa spesies ikan laut yang sebagian besar dari keluarga Skombridae (termasuk di dalamnya makarel dan tuna) serta keluarga Carangidae.

Baca juga : Tips dari Chef, Cara Bedakan Ikan Makarel dengan Sarden

Jadi beberapa ikan yang dalam kelompok makarel ini termasuk ikan makarel (yang sebenarnya), Spanish mackerels, hingga horse mackerel. Bahkan juga ikan kembung dan ikan tenggiri yang masuk dalam familia Skombridae.

Seperti diungkapkan Chef Gatot Susanto, yang andal di kuliner western, Italia, dan Indonesia ini, menyarankan bisa menganti ikan makarel dengan ikan tenggiri dan ikan kembung.

Kedua ikan ini lebih mudah ditemukan di pasar-pasar di Indonesia. Secara bentuk, tekstur, dan rasa, ikan tenggiri dan kembung mirip dengan ikan makarel.

Baca juga : Lezatnya Ikan Cakalang Bakar Sambal Dabu-dabu, Pedasnya Bikin Nagih

"Kalau di perairan Sulawesi ada juga cakalang, ini masih satu keluarga juga. Sa ma halnya dengan tuna," kata Gatot kepada KompasTravel. Gatot sudah berkarir di dunia kuliner baik Indonesia maupun internasional selama 28 tahun.

Agar ikan awet dijadikan bekal perjalanan, Gatot menyarankan ikan kembung, tenggiri, atau makarel dibuat menjadi abon. Hanya saja memang perlu waktu untuk membuat abon. "Saya bikin abon ikan perlu waktu 8 jam," kata Gatot.

Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan.KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachm an, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan.Bagaimana cara membuatnya? Siapkan bumbu halus dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan sedikit gula aren. Gunakan pula daun jeruk, daun salam, sereh, sedikit perasan jeruk nipis, serta santan.

Ikan dikukus terlebih dahulu kemudian disuwir-suwir. Lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan bersama ikan suwir. Masukkan bumbu lainnya dan juga santan. Masak dengan api kecil hingga keluar minyak dari santan. "Kalau sudah keluar minyak, ini yang bikin awet," kata Gatot.

Teruskan memasak hingga ikan menjadi kering. Setelah matang dan kering, tiriskan minyak dari ikan.

Selain itu bisa juga dibuat ikan dengan sambal kering. Pertama-tama, ikan digoreng lalu disuwir-suwir. Sementara itu, bawang merah, bawang putih, dan cabai dipotong-potong kecil. Kemudian ketiga bumbu tadi ditumis bersama ikan hingga benar-b enar kering.

"Kalau sambal biasa kurang awet. Karena basah, jadi tetap aja bisa mudah busuk," tutur Gatot.

Cara lain adalah ikan melalui proses pengasapan. Hal ini biasa dilakukan oleh orang Indonesia timur. "Seperti di Sulawesi Utara itu ada cakalang fufu (cakalang asap). Kalau di Indonesia timur, cara pengasapan ini biasa dan memang jadi awet," kata Gatot.

Pemancing memamerkan hasil tangkapan tuna dan tenggirikompas.com/Firmansyah Pemancing memamerkan hasil tangkapan tuna dan tenggiriBekal praktis lainnya, saran Gatot, misalnya daging ikan segar dihancurkan lalu digoreng hingga kering. Kemudian dicampur dengan serundeng (parutan kelapa yang dimasak hingga kering dengan aneka bumbu seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, gula merah, dan lainnya).

Menurut Gatot, sebagian besar ikan-ikan dari perairan Indonesia yang popule r seperti tuna, tongkol, marlin, hingga cakalang bisa diolah untuk dijadikan bekal traveling, terutama jika dimasak menjadi abon. Bagaimana dengan ikan air tawar?

"Bisa juga, misalnya lele abon atau patin abon. Pokoknya masak sampai kering. Jangan basah," kata Gatot.

Sementara itu, Chef Felix Budisetiawan punya resep lainnya untuk membuat bekal ikan yang awet untuk traveling. Ia sendiri telah malang melintang di dunia kuliner selama 30 tahun ini selain biasa berkutat dengan kuliner Indonesia juga piawai mengolah hidangan seafood.

Ia sendiri mengakui pada dasarnya makanan ikan lebih enak jika dihidangkan segar atau secepat mungkin setelah ditangkap. Menurutnya, ikan makarel cocok dimasak dengan tomat.

Sedangkan untuk bekal traveling, ikan tenggiri dicuci bersih kemudian dibumbui dengan garam, lalu dibakar. "Setelah dibakar, ditumbuk halus lalu digoreng," kata Felix kepada KompasTravel.

Cakalang AsapKOMPAS/RIZA FATHONI Cakalang AsapKemudian, lanjut Felix, setiap 100 gram ikan tenggiri siapkan 4 siung bawang putih, 6 siung bawang merah, 7 cabai keriting, 4 cabai rawit, daun jeruk, serta gula dan garam secukupnya. Haluskan semua bumbu tadi.

"Lalu sangrai ikan tenggiri sampai ringan. Tumis bumbu halus tadi dengan minyak banyak sampai matang dan masukan ikan tenggiri," kata Felix.

Kemudian tumis semuanya hingga benar-benar matang dan kering. Jangan lupa ketika menaruh di wadah tertutup kedap udara, pastikan masakan itu dalam keadaan sudah tidak panas.


Berita Terkait

Mengintip Pembuatan Ikan Kepala Manyung, Kuliner Khas Pantura Jawa

Ikan dengan Sambal Rambutan, Bagaimana Rasanya?

Terkini Lainnya

6 Tempat Berfoto ala Belanda di Lawang Sewu

6 Tempat Berfoto ala Belanda di Lawang Sewu

Travel Story 01/04/2018, 08:10 WIB Black Hole River Tubing, Wisata 'Ngeri-ngeri Sedap' di Kulon Progo

Black Hole River Tubing, Wisata "Ngeri-ngeri Sedap" di Kulon Progo

Travel Story 31/03/2018, 21:46 WIB Pendakian Gunung Ijen Ditutup, Ini Pilihan Tempat Wisata di Banyuwangi

Pendakian Gunung Ijen Ditutup, Ini Pilihan Tempat Wisata di Banyuwangi

News 31/03/2018, 19:10 WIB Wisata Kekinian Mengisi Akhir Pekan di Kota Semarang

Wisata Kekinian Mengisi Akhir Pekan di Kota Semarang

Travel Tips 31/03/2018, 17:05 WIB Bergaya Hidup Sehat dengan Manisan Rendah Gula di Hokkaido

Bergaya Hidup Sehat dengan Manisan Rendah Gula di Hokkaido

Jepang Terkini 31/03/2018, 16:00 WIB Banyu   wangi Underwater Festival, Ada Gandrung Menari di Dasar Laut

Banyuwangi Underwater Festival, Ada Gandrung Menari di Dasar Laut

News 31/03/2018, 15:19 WIB Libur Paskah, Ayo Wisata ke Kete Kesu di Toraja Utara

Libur Paskah, Ayo Wisata ke Kete Kesu di Toraja Utara

Travel Story 31/03/2018, 13:07 WIB Makarel Kaleng Berparasit? Olah Sendiri Ikan untuk Bekal 'Traveling'

Makarel Kaleng Berparasit? Olah Sendiri Ikan untuk Bekal "Traveling"

Food Story 31/03/2018, 11:48 WIB Meski Dekat Aus   tralia, Namun Turis Jerman Paling Banyak ke NTT

Meski Dekat Australia, Namun Turis Jerman Paling Banyak ke NTT

News 31/03/2018, 10:21 WIB Tips dari Chef, Cara Bedakan Ikan Makarel dengan Sarden

Tips dari Chef, Cara Bedakan Ikan Makarel dengan Sarden

Food Story 31/03/2018, 09:03 WIB Awal April 2018 Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka

Awal April 2018 Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka

News 31/03/2018, 07:52 WIB Lewat Perbatasan Medan-Banda, Coba Mampir ke Keripik Ubi Mas Lilik

Lewat Perbatasan Medan-Banda, Coba Mampir ke Keripik Ubi Mas Lilik

Food Story 30/03/2018, 22:00 WIB Tips Berburu Matahari Terbit di Candi Gedong Songo

Tips Berburu Matahari Terbit di Candi Gedong Songo

Travel Tips 30/03/2018, 20:26 WIB Besok, Penumpang Bisa Makan Durian Gratis di 3 Stasiun Kereta Ini

Besok, Penumpang Bisa Makan Durian Gratis di 3 Stasiun Kereta Ini

News 30/03/2018, 20:00 WIB Serunya Berburu Sunrise di Candi Gedong Songo Bersama Lutung Hitam

Serunya Berburu Sunrise di Candi Gedong Songo Bersama Lutu ng Hitam

Travel Story 30/03/2018, 18:20 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »