www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rombongan Elang Alap China Melintas di Lengan Utara Sulawesi

Posted by On 03.23

Rombongan Elang Alap China Melintas di Lengan Utara Sulawesi

Puluhan ekor burung elang alap china terlihat terbang dari lengan utara pulau Sulawesi ke arah utara menuju wilayah Filipina. handout/Stenly Pontolawokang Puluhan ekor burung elang alap china terlihat terbang dari lengan utara pulau Sulawesi ke arah utara menuju wilayah Filipina.

GORONTALO, KOMPAS.com â€" Burung pemangsa (raptor) yang sedang bermigrasi melintas di angkasa lengan utara Pulau Sulawesi.

Sekelompok elang alap cina (Accipiter soloensis) yang terdiri dari puluhan individu terlihat di wilayah leher botol (bottleneck) Kepulauan Sangihe Talaud dan Sitaro terbang menuju ke arah utara, ke negara tetangga Filipina dalam beberapa hari belakangan ini.

“ Elang alap China berasal dari Asia timur, salah satu jalur migrasinya melalui Filipina, Talaud, Sangihe, Sulawesi, sampe Nusa tenggara,” kata Hanom Bashari, Protected Area Specialist, Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) Bogani Nani Wartabone, Sabtu (31/3/2018).

(Baca juga: Cerita di Balik Foto Musang Sulawesi, Si Pemalu yang Misterius)

Selain jalur timur, elang alap china juga menjelajah dunia melalui semenanjung Malaya, Sumatera hingga ke Jawa.

Musim migrasi kali ini adalah arus balik dari arah selatan menuju bumi bagian utara. Elang ini diketahui berbiak di Asia timur laut dan Tiongkok.

Pada musim dingin, mereka mengembara ke arah selatan melalui pulau-pulau di Filipina, Indonesia hingga ke Pulau Papua.

“Musim migrasi biasanya antara bulan Agustus hingga Mei. Yang terlihat pada bulan- bulan ini kemungkinan perjalanan balik ke utara tempat asal berbiak,” jelas Hanom Bashari.

Sejumlah pengamat burung liar (birdwatcher) di Gorontalo berusaha untuk mengamati pergerakan migrasi burung ini. Namun hingga kini belum mendapatkan kumpulan besar pemangsa ini.

“Kami akan coba pengamatan malam di kawasan Benteng Otanaha,” tutur Pantiati, pengamat burung.

(Baca juga: Harimau Bonita yang Misterius, Bangun Lagi Setelah Ditembak hingga Peluru Petugas yang Terus Mental)

Pengembaraan panjang burung pemangsa ini tidak selalu berjalan mulus. Bahaya dan ancaman menghadang sepanjang jalan. Asap kebakaran hutan disinyalir dapat menggangu pola waktu dan jalur migrasi mereka

“Selain saat terbang, beberapa kali kami menjumpai di hutan, pinggir hutan, sampe kebun. Ini menunjukkan elang ini adaptif. Mereka memangsa binatang kecil atau serangga besar,” ujar Hanom Bashari.

Status elang alap china di daftar merah IU CN memiliki risiko rendah, burung ini dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999.


Berita Terkait

Cerita di Balik Foto Musang Sulawesi, Si Pemalu yang Misterius

Kabar Gembira, Musang Sulawesi Terekam Kamera Setelah Misterius Bertahun-tahun

Harimau Bonita yang Misterius, Bangun Lagi Setelah Ditembak hingga Peluru Petugas yang Terus Mental

Berita Populer: Harimau Bonita yang Misterius dan Kisah Bulan Merindukan Kursi Roda

Harimau Bonita Berada di Hutan Milik Perusahaan, Petugas Pindahkan Dua Perangkap

Terkini Lainnya < /h2> Pakar: Kemunculan Cacing Anisakis di Ikan Makarel Fenomena Natural

Pakar: Kemunculan Cacing Anisakis di Ikan Makarel Fenomena Natural

Megapolitan 31/03/2018, 17:10 WIB Perludem: Daerah di Papua yang Beralih ke Sistem Noken karena Ada Pendidikan Politik

Perludem: Daerah di Papua yang Beralih ke Sistem Noken karena Ada Pendidikan Politik

Nasional 31/03/2018, 16:57 WIB Mengenal Urban Downhill di Kaki Merapi

Mengenal Urban Downhill di Kaki Merapi

Olahraga 31/03/2018, 16:45 WIB < img src="https://asset.kompas.com/crop/6x36:806x569/177x117/data/photo/2018/03/31/2876195270.jpg" alt="Sandiaga Ingin Condet Jadi Destinasi Wisata di Jakarta"/>

Sandiaga Ingin Condet Jadi Destinasi Wisata di Jakarta

Megapolitan 31/03/2018, 16:37 WIB Sandiaga Sayangkan Ada Produk Makarel Mengandung Cacing

Sandiaga Sayangkan Ada Produk Makarel Mengandung Cacing

Megapolitan 31/03/2018, 16:29 WIB Perludem: Mekanisme Penggunaan Noken Tak Boleh Mengesampingkan Administrasi Kepemiluan

Perludem: Mekanisme Penggunaan Noken Tak Boleh Mengesampingkan Administrasi Kepemiluan

Nasional 31/03/2018, 16:17 WIB Meski Izin Telah Dicabut, Abu Tours Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah

Meski Izin Telah Dicabut, Abu Tours Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah

Regional 31/03/2018, 16:09 WIB Masuk AS, Turis Bakal Diwajibkan Laporkan Akun Sosial Media

Masuk AS, Turis Bakal Diwajibkan Laporkan Akun Sosial Media

Internasional 31/03/2018, 15:59 WIB Sandiaga Minta Kepala Dinas Tak Was-was soal Isu Perombakan

Sandiaga Minta Kepala Dinas Tak Was-was soal Isu Perombakan

Megapolitan 31/03/2018, 15:48 WIB Cemburu Berujung Tewasnya Seorang Wanita di Kamar Kos

Cemburu Berujung Tewasnya Seorang Wanita di Kamar Kos

Regional 31/03/2018, 15:20 WIB Dana Seret, DKI Terancam Kehilangan Atlet

Dana Seret, DKI Terancam Kehilangan Atlet

Olahraga 31/03/2018, 15:19 WIB Dua Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online Ditangkap, Satu Ditembak Mati

Dua Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online Ditangkap, Satu Ditembak Mati

Regional 31/03/2018, 15:12 WIB Sandiaga Ajak Warga Jakarta Berempati dan Bantu Korban Keba   karan Taman Kota

Sandiaga Ajak Warga Jakarta Berempati dan Bantu Korban Kebakaran Taman Kota

Megapolitan 31/03/2018, 15:09 WIB Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Sudah Menyebar Sejak Dini Hari

Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Sudah Menyebar Sejak Dini Hari

Regional 31/03/2018, 14:50 WIB Sandiaga Berencana Renovasi Lapangan Panahan di Ragunan

Sandiaga Berencana Renovasi Lapangan Panahan di Ragunan

Megapolitan 31/03/2018, 14:48 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »