www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kapal Buruan Interpol Ditangkap, Menteri Susi Ungkap Modus Baru ...

Posted by On 23.01

Kapal Buruan Interpol Ditangkap, Menteri Susi Ungkap Modus Baru ...

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi PudjiastutiDok KKP Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti


JAKARTA, KOMPAS.com รข€" Penangkapan kapal buronan Interpol, STS-50, di perairan tenggara Pulau Weh, Provinsi Aceh, Jumat (6/4/2018) lalu, sekaligus mengungkap modus baru praktik pencurian ikan di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menduga kuat kapal itu tidak melakukan pencurian ikan sendiri di wilayah perairan Indonesia. Kapal itu hanya menunggu di luar garis ZEE Indonesia, kemudian menerima kiriman ikan dari kapal-kapal Indonesia (transhipmen t).

"Karena kapal asing sudah tidak diperbolehkan lagi menangkap ikan di Indonesia, jadi mereka mengganti modusnya. Kapal Indonesia yang menangkap ikan, lalu mereka ini mengorganisasi penjemputan di tengah laut. Jelas pelanggaran karena artinya ini ekspor ilegal," ujar Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

(Baca juga: Kapal Pencuri Ikan Dilelang Murah di Batam, Menteri Susi Kecewa Berat)

Pada Maret 2018 lalu, Susi mendapatkan kabar bahwa ada praktik transhipment alias ekspor ilegal di beberapa perairan di Indonesia. Salah satunya di perairan Sulawesi Utara dan perairan Natuna.

Namun, informasi itu muncul usai praktik transhipment dilaksanakan sehingga tidak dapat langsung ditindak. Susi menduga kuat STS-50 terlibat dalam praktik tersebut.

"Karena kalau dilihat dari informasi ukuran kapalnya, sama. Saya yakin ada kaitannya. Tidak mungkin tidak," lanjut Susi.

Susi mendapatkan lapor an intelijen bahwa akan ada praktik transhipment oleh sebuah kapal berbendera Kamboja di salah satu wilayah perairan Indonesia pada pertengahan April 2018 ini. Susi juga yakin bahwa kapal berbendera Kamboja yang dimaksud adalah STS-50.

"Karena kapal ini tidak punya kewarganegaraan. Dia menggunakan banyak bendera. Kamboja salah satunya," ujar Susi.

Saat ini, 40 awak kapal sudah diamankan. Sebanyak 20 orang di antaranya warga negara Indonesia. Sementara sisanya adalah warga negara Rusia dan negara di sekitarnya.

(Baca juga: Susi Larang Penangkapan Hiu dan Pari Manta)

Kebanyakan, WNI yang menjadi anak buah kapal tidak memegang paspor dan mengaku belum dibayar selama berbulan-bulan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, KKP, dan penyidik Polri di bawah koordinasi Satgas 115 sedang melaksanakan penyidikan terhadap mereka untuk mengonstruksi tindak pidana yang mereka lakukan.

"Saya yakin mereka ini terorganisasi, ada kes atuannya. Nanti akan kita bongkar," ujar Susi.

Diberitakan, personel TNI Angkatan Laut menangkap kapal STS-50 di perairan sebelah tenggara Pulau Weh, Provinsi Aceh, Jumat lalu. Kapal tersebut adalah buronan Interpol.

Penangkapan itu berawal dari permintaan resmi Interpol melalui NCB kepada Pemerintah Indonesia untuk memeriksa Kapal STS-50 yang bergerak menuju perairan Indonesia. Permintaan resmi Interpol tersebut disampaikan pada Kamis, (5/7/2018).

"Berdasarkan informasi dari Interpol, kapal ini buronan mereka dan terdaftar juga sebagai kapal ilegal unreported and unregulated fishing dalam RFMO Convention for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources," ujar Susi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi KKP.

(Baca juga: Susi Dorong Potensi Rumput Laut di Fakfak)

Menindaklanjuti laporan Interpol, kapal milik TNI AL, Semeulue, melaksanakan operasi "henrikhan" alias "hentikan, periksa, dan tahan&quo t; kapal tersebut, Jumat keesokan harinya sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ditangkap, kapal buronan itu berada di sekitar 60 mil dari sisi tenggara Pulau Weh.

Tidak hanya mengamankan 40 awak kapal, tim juga menemukan 600 buah alat tangkap gillnet siap pakai. Masing-masing gillnet memiliki panjang sekitar 50 meter. Artinya, jika seluruh gillnet digunakan, panjangnya mencapai 30 kilometer.

Karena kapal tersebut berstatus stateless vessel alias tidak memiliki kewarganegaraan, sebagaimana diatur dalam Pasal 92 UNCLOS, kapal tersebut akan dirampas negara (Indonesia) dan dapat digunakan demi kepentingan publik atau ditenggelamkan.

Kompas TV Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, dibutuhkan waktu sangat lama untuk bisa mengembalikan kondisi laut yang tercemar tumpahan minyak.

Berita Terkait

Menteri Susi: Yang Buang Sampah Sembarangan, Tenggelamkan!

Isi Kuliah Umum di Harvard, Ini yang Diceritakan Susi Pudjiastuti...

Susi: Saya Lulusan SMP Jadi Menteri Saja Luar Biasa, Masa Mau Jadi Cawapres

Menteri Susi: Nelayan Tradisional Papua Barat Sudah Bisa Ekspor Pada Mei 2018

Kritik Menteri Susi, Ketua DPR Nilai Kapal Harusnya Tak Ditenggelamkan

Terkini Lainnya

'Underpass' Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

"Underpass" Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

Megapolitan 09/04/2018, 12:58 WIB Menengok Lapangan Banteng yang Hampir Rampung

Menengok Lapangan Banteng yang Hampir Rampung

Megapolitan 09/04/2018, 12:50 WIB Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Megapolitan 09/04/2018, 12:50 WIB PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

Regional 09/04/2018, 12:39 WIB Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Megapolitan 09/04/2018, 12:39 WIB PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:38 WIB Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Nasional 09/04/2018, 12:35 WIB 13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

Regional 09/04/2018, 12:30 WIB Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Megapolitan 09/04/2018, 12:29 WIB Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Nasional 09/04/2018, 12:25 WIB Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka, Penumpang Kecewa

Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka, Penumpang Kecewa

Regional 09/04/2018, 12:20 WIB PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:11 WIB Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Regional 09/04/2018, 12:07 WIB Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Megapolitan 09/04/2018, 12:01 WIB Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Regional 09/04/2018, 11:59 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »