Kirim Berita Sulut: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulut: Klik Disini

Berita 24 Sulawesi Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Luwu Utara Jadi Pelopor Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

Posted by On 05.58

Luwu Utara Jadi Pelopor Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

Luwu Utara Jadi Pelopor Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

Pemerintah pusat juga memberi apresiasi kepada Luwu Utara dalam hal pelaksanaan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016.

Luwu Utara Jadi Pelopor Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agrariachalik mawardi/tribunlutra.comRapat koordinasi gugus tugas reforma agraria dan penetapan tapal batas desa di Aula Bappeda Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Rabu (30/5/2018).

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Satu lagi apresiasi nasional diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara , Sulawesi Selatan. Luwu Utara jadi kabupaten pelopor di Sulsel dan Indonesia dalam hal pembentukan gugus tugas reforma agraria.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi gugus tugas reforma agraria dan penetapan tapal batas desa di Aula Bappeda Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba, Rabu (30/5/2018).

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Syamsul Syair mengatakan pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah membuktikan komitmennya sebagai daerah pelopor gugus tugas reforma agraria di Sulawesi Selatan, bahkan di Indonesia.

"Hal ini diperkuat dengan adanya penilaian dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden yang berkunjung ke Luwu Utara dan diterima langsung Bupati Luwu Utara kala itu,” lanjutnya via rilis yang diterima TribunLutra.com.

Bukan itu saja, pemerintah pusat juga memberi apresiasi kepada Luwu Utara dalam hal pelaksanaan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Penegasan dan Penetapan Batas Desa/Kelurahan.

“Luwu Utara juga mendap at perhatian dari pusat sebagai daerah yang memiliki komitmen melaksanakan Permendagri tersebut. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Launching Implementasi Permendagri Nomor 45 oleh Bupati pada 28 Februari 2018,” katanya.

Baca: Inflasi Bumbu Dapur Kisaran 11,03%, Pengamat: Aneh, Kita Negara Agraria

Baca: Himapem Unhas Kritisi Agraria melalu Ajang Goviesta 2018

Gugus tugas reforma agraria, kata Syamsul, adalah penggabungan antara dua kebijakan penting, yaitu reforma agraria dan penetapan batas desa.

Kebijakan yang disebut terakhir menjadi agenda prioritas pemerintah daerah agar setiap desa memiliki dasar yang kuat dalam melakukan perencanaan pembangunan desa.

“Penetapan batas desa ini sangat penting, mengingat masih banyak konflik batas desa, sehingga hal ini menimbulkan persoalan tersendiri dalam pembangunan di desa tentunya,” jelasnya.

Syamsul menambahkan, dengan adanya penegasan dan penetapan bat as desa, maka diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan batas desa, tata ruang desa, dan peta desa di Luwu Utara.

“Kita menginginkan agar setiap desa selesai batasnya, tersusun tata ruang desanya dan memiliki peta desa yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pembangunan desa. Konflik tak kunjung usai disebabkan adanya keragu-raguan dalam melakukan perencanaan pembangunan di desa karena adanya ketidakjelasan batas desa,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Ekonomi, SDA dan Infrastruktur Bappeda Luwu Utara, Ramlan, mengatakan, rakor dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Launching Implementasi Permendagri 45 pada 28 Februari lalu.

“Launching kemarin adalah seremoni dimulainya implementasi Permendagri 45 dan kita berharap semua pihak terkait untuk berkontribusi dalam menyukseskan pembanguna desa,” tambahnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di Dibacok Kekasihnya karena Cemburu, Seorang Gadis Cacat Permanen, Pelaku Mengaku Telah Menghamilinya Sumber: Google News | Berita 24 Sulut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »