www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kaki Gunung Sopotan Minahasa Kawasan Penyangga Cabai dan ...

Posted by On 23.40

Kaki Gunung Sopotan Minahasa Kawasan Penyangga Cabai dan ...

Pertanian cabai dan bawang di Minahasa, Sulawesi UtaraDok. Humas Kementan Pertanian cabai dan bawang di Minahasa, Sulawesi Utara

MINAHASA, KOMPAS.com - Minahasa, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki sumber air yang cukup yang berasal dari Danau Tondano.

Minahasa mempunyai potensi yang luar biasa untuk pengembangan cabai dan bawang merah, khusunya di Wilayah kaki Gunung Sopotan.

Pasalnya, hamparan tanah yang subur di kabupaten ini mendukung untuk pengembangan tanaman hortikultura tersebut.

Lokasinya yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, m empermudah Kabupaten Minahasa memasok cabai dan bawang merah ke Kota Manado dan sekitarnya.

Dengan demikian, kebutuhan cabai dan bawang merah untuk masyarakat Sulut dapat terpenuhi dari hasil lokal.

Baca juga: Cegah Banjir, Danau Tondano Dipasangi Tanggul 17,5 Kilometer

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara Novly Wowiling mengatakan, Provinsi Sulawesi Utara sangat prosfektif dalam pengembangan kawasan hortikultura.

Kawasan MODASI yang meliputi Kecamatan Mondoinding (Minahasa Selatan), Modayag

Pertanian bawang putih di Minahasa, Sulawesi UtaraDok. Humas Kementan Pertanian bawang putih di Minahasa, Sulawesi Utara(Bolaang Mongondow Timur), Passi (Bolaang Mongondow) luasnya bisa mencapai 12.000 hektar (ha).

Kawasan lainnya yang juga potensial adalah kawasan kaki Gunung Soputan seluas 500 ha, meliputi Ke camatan Tompaso Barat dan Langoan Barat.

“Dengan potensi yang dimiliki oleh Sulawesi Utara ini, kami siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura khususnya menjaga stabilisasi pasokan aneka cabai dan bawang merah serta siap menyukseskan swasembada bawang putih 2021 seperti yang diamanahkan oleh Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,” kata Novly Wowiling dalam pernyataan tertulis, Minggu (8/7/2018).

Baca juga: Harga Bawang Merah Anjlok, Mentan Minta Bulog Serap Produksi Petani

Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Elke, produksi aneka cabai pada 2016 mencapai 3.382 ton dan meningkat 25 persen pada 2017 menjadi 4.229 ton. Luas panen aneka cabai pada 2017 sebesar 535 hektar.

Pada April 2018, ketersediaan aneka cabai di Minahasa mencapai 190 ton, sedangkan pada Mei 76 ton.

“Kondisi ini mampu menyuplai cabai sebesar 20 persen dari jumlah produksi aneka cabai di Sulawesi Utara. Ini m enandakan bahwa Minahasa secara umum telah mampu memenuhi kebutuhan cabai lokal bahkan bisa menjadi penyangga wilayah Sulawesi Utara”, ujar dia.

Pertanian cabai dan bawang di Minahasa, Sulawesi UtaraDok. Humas Kementan Pertanian cabai dan bawang di Minahasa, Sulawesi Utara

Sementara untuk bawang merah, sepanjang 2017 tercatat produksi bawang merah di Minahasa sebesar 1.698 ton. Luas panennya 263 hektar, meningkat 5,62 persen dari tahun sebelumnya.

“Minahasa merupakan produsen bawang merah terbesar di Sulawesi Utara. Produksinya tahun 2017 menyumbang 59 persen dari produksi bawang merah Sulawesi Utara. Varietas yang dominan ditanam oleh petani kami adalah Super Philips dan Batu Ijo. Ini potensi yang sangat besar, harus terus didukung untuk dikembangkan,” kata Elke.

Lokasi sentra cabai dan bawang merah di Minahasa tersebar di beberapa kecamatan yai tu Kecamatan Tombulu, Langowan Barat, dan Langowan Timur.

Sementara, sentra bawang merah berada di Kecamatan Tompaso Barat dan Tompaso.

Sentra cabai dan bawang

Kementerian Pertanian ikut berperan serta dalam pengembangan cabai dan bawang merah di Minahasa melalui alokasi dana APBN.

Menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto, alokasi APBN di Kabupaten Minahasa pada 3 tahun terakhir yaitu untuk cabai rawit 190 ha dan bawang merah 255 Ha.

Selain di Kabupaten Minahasa, dana APBN pada 3 tahun terakhir juga dialokasikan di Kota Tomohon yaitu untuk cabai rawit 110 ha dan cabai besar 60 ha.

“Kami berharap dengan adanya sentuhan APBN mampu mendorong pengembangan kawasan cabai dan bawang merah sehingga Minahasa mampu menjadi penyangga cabai dan bawang merah di Sulawesi Utara,” katanya.

Dengan melimpahnya produksi cabai dan bawang merah di Minahasa, membuat harga kedua komoditas yang sering menyebabkan i nflasi tersebut tetap aman dan stabil.

Terpantau per 6 Juli 2018 harga cabai merah keriting di tingkat petani sebesar Rp 20.000 per kilogram sama dengan harga bawang merah.

Kelompok tani penyokong

Menurut Ketua Kelompok Tani Berkat Anugerah Dicky, di Kelurahan Tataran Dua Kecamatan Tondano Selatan kelompok binaan mengembangkan aneka cabai dan bawang seluas 20 ha.

Kelompok tani bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulut dalam mengoptimalkan alat mesin pertanian dalam rangka pembukaan lahan.

"Cabai kami tanam dengan sistem tugal tanam langsung, sebagian lahan juga kami siapkan untuk pertanaman bawang putih dan bawang merah karena kondisi agroklimatnya sangat cocok," kata dia.

Adapun harga aneka cabai di wilayahnya yakni CRM Rp 40.000, cabai merah keriting Rp 20.000, bawang merah Rp 20.000.

"Kami siap menyangga pasokan dan ketersediaan aneka cabai dan bawang merah untuk wilayah Sulawesi Utara,â € ujar dia.

Sepekan menjelang Ramadan harga bahan pangan semakin naik. Misalnya Cabe Merah yang sebelumnya Rp35 ribu perkilonya menjadi Rp55 ribu perkilonya. Begitu juga cabe rawit yang saat ini tembus Rp 60 ribu perkilonya. KOMPAS.COM/ HADI MAULANA Sepekan menjelang Ramadan harga bahan pangan semakin naik. Misalnya Cabe Merah yang sebelumnya Rp35 ribu perkilonya menjadi Rp55 ribu perkilonya. Begitu juga cabe rawit yang saat ini tembus Rp 60 ribu perkilonya.

Hal senada diungkapkan oleh Boby Muaya, Ketua Kelompok Revolusi Mental Desa Toire Kecamatan Tompasa Barat.

Kelompok binaannya mengembangkan Varietas Lassuna lokal dan Super Philips, rata rata produktivitas 12 ton per hektar.

Adapun lokasi perluasan areal tanam bawang putih di wilayah itu mencapai 200 ha.

"Khusus untuk komoditas bawang merah dan tomat yang kami kembangkan pasarnya lokal da n bahkan untuk memasok Ternate, Sorong, dan Manokwari," ujar dia.

Ketua Kelompok Tani Kerja Fungsional Desa Toure Kecamatan Tompasa Barat Jemmy kaligis mengatakan, kelompok binaannya menanam cabai merah keriting umur 1,5 bulan varietas TM 99.

"Panen rata rata 16 kali panen, dengan tujuan pasar untuk pemenuhan kebutuhan Ternate dan Kabupaten Sorong," kata dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Uniknya Lima Jenis Cabai Khas Sumatera Selatan

Jelang Lebaran, Cabai Rawit dan Bawang Meroket di Aceh Utara

Cabai Kulon Progo Bakal Penuhi Jabodetabek Jelang Puasa

Dikunjungi Pelapor Khusus PBB, Mentan Pamer Ibu-ibu Tanam Cabai di Pekarangan

BI: April Ada Risiko Inflasi dari Harga Bawang Merah dan Cabai Merah

Terkini Lainnya

Kemenhub akan Tanggung Biaya Korban Kebakaran

Kemenhub akan Tanggung Biaya Korban Kebakaran

Makro 08/07/2018, 13:30 WIB Taspen Bayar Dana Pensiun dan Tunjangan Ketiga Belas Mulai Awal Juli

Taspen Bayar Dana Pensiun dan Tunjangan Ketiga Bel as Mulai Awal Juli

Makro 08/07/2018, 12:25 WIB SDM Belum Mumpuni, Perkembangan Industri Keuangan Syariah Terhambat

SDM Belum Mumpuni, Perkembangan Industri Keuangan Syariah Terhambat

Keuangan 08/07/2018, 11:57 WIB Pemerintah Luncurkan OSS Senin Besok

Pemerintah Luncurkan OSS Senin Besok

Makro 08/07/2018, 11:29 WIB BTN Felas Bidik Pengembang Properti dan Pengusaha Pariwisata di Batam

BTN Felas Bidik Pengembang Properti dan Pengusaha Pariwisata di Batam

Keuangan 08/07/ 2018, 11:12 WIB Kebakaran di Kemenhub, Asap Tebal Jadi Tantangan

Kebakaran di Kemenhub, Asap Tebal Jadi Tantangan

Makro 08/07/2018, 10:36 WIB Garuda Indonesia Lunasi Obligasi Rp 2 Triliun

Garuda Indonesia Lunasi Obligasi Rp 2 Triliun

Bisnis 08/07/2018, 10:28 WIB Kaki Gunung Sopotan Minahasa Kawasan Penyangga Cabai dan Bawang Merah

Kaki Gunung Sopotan Minahasa Kawasan Penyangga Cabai dan Bawang Merah

Makro 08/07/2018, 10:20 WIB Dua Penyebab Kembali Tergerusnya Cadangan Devisa RI

Dua Penyebab Kembali Tergerusnya Cadangan Devisa RI

Makro 08/07/2018, 10:18 WIB Menhub Apresiasi Petugas yang Cepat Padamkan Kebakaran di Kemenhub

Menhub Apresiasi Petugas yang Cepat Padamkan Kebakaran di Kemenhub

Makro 08/07/2018, 10:14 WIB Rupiah Melemah, Pengusaha Makanan dan Minuman Kaji Kenaikan Harga

Rupiah Melemah, Pengusaha Makanan dan Minuman Kaji Kenaikan Harga

Bisnis 08/07/2018, 09:48 WIB Ini Catatan Menhub untuk Kel   ancaran Mudik Lebaran Tahun Depan

Ini Catatan Menhub untuk Kelancaran Mudik Lebaran Tahun Depan

Makro 08/07/2018, 09:12 WIB 5 Sektor Jadi Prioritas, Menperin Dinilai Ambil Langkah Tepat

5 Sektor Jadi Prioritas, Menperin Dinilai Ambil Langkah Tepat

Makro 08/07/2018, 08:15 WIB Pemerintah Bahas Langkah Antisipasi Perang Dagang dengan AS

Pemerintah Bahas Langkah Antisipasi Perang Dagang dengan AS

Makro 08/07/2018, 07:02 WIB Kementrian Ketenagakerjaan Bangun BLK ke-18 di Banyuwangi

Kementrian Ket enagakerjaan Bangun BLK ke-18 di Banyuwangi

Makro 08/07/2018, 06:25 WIB Load MoreSumber: Berita Sulawesi Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »